Mandalamekar, Tasikmalaya, Jawa Barat, 2 - 5 Juni 2012
Search

Follow Kami di Jejaring Sosial

       


Site Map: Home > > Tentang Festival
16 February 2012 16:19 WIB

Latar Belakang

Desa adalah bagian tidak terpisahkan dalam satu kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal usul dan adat-istiadat setempat yang diakui dan dihormati sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
(UU No 32 tahun 2004).

Desa memiliki modal besar untuk mendorong upaya-upaya perubahan sosial, terutama membangun pemenuhan kebutuhan warganya. Desa pun kaya aspek pengetahuan yang dapat menjadi bahan pembelajaran pembangunan, pengembangan komunitas, dan penataan ekonomi warga. Sebagai contoh, desa umumnya memiliki keunikan sumber daya ekonomi dengan model pengelolaan yang beragam. Desa mampu memetakan dan mengembangkan produk, menata pasar dalam dan luar desa dan mampu mengembangkan lumbung desa.

Keunggulan desa lainnya adalah semangat partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Warga mendapat jaminan untuk terlibat langsung mulai proses perencanaan, pelaksanaan sampai  pengawasan pembangunan di desa. Tradisi tolong-menolong, bersama membangun, persaudaraan, gotong-royong, adat-istiadat, berkesenian dan penggunaan bahasa lokal menjadi modal dasar keterlibatan warga dapat terus berjalan. Selain itu, ada praktik perlindungan hak-hak warga dan kelompok rentan masih terjaga dengan baik sebagai khasanah kearifan lokal.

Perkembangan teknologi dan keterbukaan informasi memberikan peluang bagi desa untuk ikut serta membicarakan tata kelola sumber daya secara mandiri. Kemunculan pewartaan warga memberikan harapan baru bagi desa untuk menuliskan pengalaman, sumber daya, dan kekayaan pengetahuan secara mandiri. Pewartaan warga memungkinkan desa memberitakan hal-hal yang selama ini tak muncul dalam media-media arus utama soal desa.

Peran desa untuk menunjang pembangunan secara lebih luas sangatlah sentral. Desa secara administratif berhubungan langsung dengan warga selaku penerima manfaat tata layanan pemerintah. Tata layanan pemerintah diselenggarakan dengan memperhatikan beberapa aspek, seperti ketersediaan informasi tentang prosedur, tata cara pelayanan yang jelas dan biaya administrasi yang sesuai (KepmenPAN no 26 tahun 2004). Selaras dengan komitmen tersebut, pemerintah desa harus mampu melayani kebutuhan masyarakat dengan cepat, akurat, dan murah.

Gerakan Desa Membangun (GDM) merancang sistem pendukung yang dirancang secara kolektif untuk menyelenggarakan tata layanan publik secara prima, termasuk mendorong ketersediaan dan kesahihan data desa. Sistem tersebut dikerjakan oleh para programmer terbaik bangsa dan bisa didapatkan secara gratis sebagai dukungan para pekerja teknologi informasi dan komunikasi bagi terciptanya tata pemerintahan yang baik dan bersih. Keterbukaan anggaran dan pembangunan desa akan memudahkan desa dalam mengisi pembangunan itu sendiri.

Festival Jawa Kidul, selanjutnya disebut dengan JadulFest, merupakan festival dunia perdesaan di daerah Jawa bagian Selatan. Festival ini digagas pada Desember 2011 dalam Lokakarya Desa Membangun (LDM) di Desa Melung, Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas sebagai wahana pertukaran gagasan dan informasi antar pegiat perdesaan di wilayah Jawa bagian selatan.

Mengapa Jawa Selatan? Wilayah Jawa bagian selatan mengalami gap terkait dengan pembangunan infrastruktur, akses pendidikan dan keselahatan, dan eksploitasi sumber daya alam. Gerakan desa membangun dipelopori desa desa yang berada di wilayah desa yang berada di Pulau Jawa bagian Selatan. Pengalaman Desa Melung dan Desa Dermaji di Banyumas dan Mandalamekar di Tasikmalaya menunjukkan desa dapat melakukan perubahan sosial yang signifikan untuk mendorong perubahan yang lebih luas. Keterbatasan akses internet bukan menjadi masalah untuk menjadikan kedua desa tersebut tetap berdaya dalam pengelolaan informasi. Pengalaman ketiga desa tersebut menunjukkan bahwa keterbatasan adalah tantangan untuk memajukan desa.

Beberapa desa telah menyusul upaya yang dilakukan ketiga desa di atas melalui gerakan bersama “Gerakan Desa Membangun”. Di Banyumas ada 19 desa yang melakukan gerakan serupa, seperti Desa Karangnangka, Beji, Kutaliman, Kelikesur, Baseh. Hal serupa dilakukan oleh desa-desa di Kabupaten Tasikmalaya, Cianjur, Cilacap, dan Sukabumi. Semua itu menunjukkan desa telah mengambil inisiatif secara aktif untuk melakukan perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pembangunan di wilayahnya.

Selama festival peserta akan berbagi cerita permasalahan dan keberhasilan mereka mendorong pembangunan di desanya, terutama tata kelola sumber daya perdesaan. Dunia perdesaan tidak dapat lepas dari sumber daya alam, baik pertanian, perkebunan, maupun kehutanan. Sementara itu, sekarang mulai muncul persoalan baru dalam tata kelola alam, seperti masalah privatisasi sumber mata air dan eksploitasi tambang menjadi tantangan yang harus dicari jalan keluarnya oleh masyarakat perdesaan.

Peserta utama festival adalah 100 desa anggota Gerakan Desa Membangun (GDM) yang tersebar di Kabupaten Kulonprogo, Kebumen, Cilacap, Banyumas, Ciamis, Tasikmalaya, Cianjur, Garut, Lebak dan Sukabumi. Selama ini mereka melakukan jejaring kerja untuk mengambil inisiatif perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pembangunan secara kolektif.

Tujuan Kegiatan

Acara ini digelar untuk mencapai tujuan berikut:

  • Mempertemukan banyak pihak dan pelaku gerakan desa membangun sebagai awal pembangunan jaringan kerja bersama di masa depan.
  • Mendiseminasikan prinsip gerakan desa membangun untuk penguatan masyarakat sipil.
  • Membangun kesadaran bagi warga untuk keterbukaan informasi publik.
  • Penguatan kapasitas pengelolaan informasi pegiat desa
  • penguatan kapasitas pewartaan warga untuk pengelola desa
  • Peguatan kapasitas pengelola informasi desa dalam peggunaan portal desa
  • Pendalaman Sistem Operasi Komputer dan aplikasi desa berbasis Free and Open Source Software(FOSS)
  • Memperingati hari Lingkungan Hidup 5 Juni 2012
  • Kegiatan
    Sebuah gelaran kolaboratif antar desa, kelompok, pegiat, dan pendukung gerakan desa membangun dalam bentuk: seminar, lokakarya, pelatihan, pameran, pengenalan lapangan, berkemah dan pertunjukan seni.

    Tempat dan Waktu Pelaksanaan
    Tempat               : Desa Mandalamekar, Kecamatan Jatiwaras, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.
    Hari, tanggal     : 02 – 05 Juni 2012

    Lokasi Festival


    View Desa Mandalamekar in a larger map