Mandalamekar, Tasikmalaya, Jawa Barat, 2 - 5 Juni 2012



Site Map: Home > Berita, Catatan > Lestarikan Tradisi, Warga Mandalamekar Tutup Rangkaian JadulFest dengan Pengajian
6 June 2012 17:14 WIB

Bagi masyarakat Mandalamekar, upacara penutupan Festival Jawa Kidul (JadulFest) 2012 yang dilaksanakan pada selasa (5/06/2012) sore tidak lantas menjadi kegiatan terakhir dalam rangkaian JadulFest 2012. Malamnya, sekitar pukul 20.00 dilaksanakan pengajian kampung di panggung rakyat JadulFest. Penyampaian tausiyah merupakan tradisi warga mandalamekar untuk mengakhiri sebuah kegiatan, baik itu pagelaran seni, pernikahan, maupun kegiatan-kegiatan warga yang lain.

Demikian penuturan Irman Meilandi, ketua panitia JadulFest yang juga salah satu tokoh masyarakat di Desa Mandalamekar Kecamatan Jatiwaras Tasikmalaya (6/6/2012) pagi.

Penampilan Qasidah Mekarjaya dalam pengajian masyarakat

Qosidah Mekarjaya, grup Qosidah dari kampung Mekarjaya, membuka rangkaian kegiatan pengajian dengan menampilkan beberapa lagu Qasidah ala Nasidaria. Para personel, yang sebagian besar ibu-ibu rumah tangga, tampak bersemangat menampilkan lagu demi lagu untuk menghibur warga. Pengajian ini dihadiri oleh 150 warga yang berasal dari Kampung Mekarjaya, Kampung Mekarsari dan Kampung Cinunjang.

Ajengan Asep sedang memberikan tausiyah kepada warga Mandalamekar

Dalam tauisayahnya, Ajengan Asep Hilman, menyampaikan tiga hal utama yang harus di pegang oleh warga Mandalamekar. Ketiga hal tersebut antaralain pelestariaan kearifan lokal, pengembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk pemberdayaan, dan menjaga tradisi keagamaan. “Meskipun mandalamakar kini telah dikenal luas dunia luar berkat pemanfaatan teknologi informasi, kami harapkan warga tetap menjaga tradisi-tradisi yang telah ada” terangnya.

Majelis pengajian juga merupakan sarana bagi warga mandalamekar untuk melakukan koreksi dan intropeksi diri setelah melaksanakan JadulFest 2012. Kang Irman, begitu Irman Meilandi disapa, menyampaikan bahwa pelbagai kearifan lokal telah menjadi bagian dari kehidupan warga mandalamekar. “Karena pengajian ini merupakan bagian dari kearifan lokal yang mesti dijaga, meskipun baru di umumkan ke warga pada pukul tiga sore, warga tetap banyak yang hadir” ucap Irman.

Dalam kesempatan ini juga disampaikan doa kepada Almarhum ayah dari Fadli L Sub, salah satu peserta JadulFest 2012. Menurut Fathulloh, salah satu panitia JadulFest, ayah dari rekan Fadli meninggal dunia bersamaan dengan pelaksanaan JadulFest. “Kami turut berbelasungkawa dengan wafatnya ayah rekan kami, semoga doa bersama malam ini menjadi salah satu wasilah untuk ketenangan ayah kang fadli” ujar Fath. (Zaimul Umam)

Baca Juga :

  • » Kembangkan Ekonomi Kolektif, SPP Tingkatkan Kesejahteraan Petani
  • » Kumpulan Materi Hari Kedua Jadulfest 2012
  • » Kedaulatan Desa Perlu Dipulihkan Segera
  • » Keterbukaan Publik Adalah Budaya Indonesia
  • » SID untuk Pengurangan Risiko Bencana

  • Komentar Melalui Facebook :

    Nama* Comment
    E-mail*
    Website