Mandalamekar, Tasikmalaya, Jawa Barat, 2 - 5 Juni 2012



Site Map: Home > Berita, Catatan > Kembangkan Ekonomi Kolektif, SPP Tingkatkan Kesejahteraan Petani
5 June 2012 15:08 WIB

Lala sedang berbagi pengalamannya di SPP dalam diskusi tata kelola sumberdaya alam dan ekonomi desa

Usaha memberikan jawaban atas kemiskinan yang dihadapi petani menjadi salah satu garapan dari serikat petani pasundan (SPP). Hal tersebut dilaksanakan dengan pembangunan sistem ekonomi kolektif, yakni ekonomi yang dibangun bersama dengan sistem bersama-sama.

Demikian disampaiakan Lala Al-Farkhi, salah satu aktivis SPP dalam diskusi tata kelola sumberdaya alam dan ekonomi desa pada rangkaian Festival Jawa Kidul (JadulFest) 2012 (04/6/2012) malam.

Ekonomi kolektif yang dikembangkan di SPP diwujudkan dengan pengelolaan hasil pertanian masyarakat desa secara mandiri.  Menurut Lala, sapaan Lala Al-Farkhi, SPP lokal akan mengelola hasil bumi yang ada, mulai dari pembelian dan penjualan kembali, baru setelah diperoleh keuntungan dikembalikan kepada petani.

Lebih lanjut, pemuda asal Sendang Asih, Tasikmalaya ini menyampaikan bahwa dengan sistem ekonomi kolektif penghasilan yang diperoleh petani sedikit bertambah. “Jika hasil tani di jual ke tengkulak, maka keuntungan dimiliki oleh tengkulak. Dalam sistem ekonomi SPP, keuntungan kami kembalikan kepada petani. Dengan demikian petani bisa mendapatkan pemasukan yang lebih banyak” ungkapnya.

Hal yang menarik, setelah mengembangkan ekomoni kolektif, kini SPP mampu memiliki sekolah formal yang berada di tiga kecamatan. Sekolah yang didirkan ini merupakan hasil CSR dari ekonomi kolektif yang dikelola bersama.

Menurut Lala pendirian sekolah formal ini merupakan sarana bagi pegiat SPP untuk melakukan ideologisasi kepada anak-anak mereka. “’Dengan adanya sekolah ini kami berharap ekonomi kreatif yang kini dikembangkan dapat dilanjutkan oleh generasi setelah kita” imbuhnya. (Zaimul Umam)

Baca Juga :

  • » Lestarikan Tradisi, Warga Mandalamekar Tutup Rangkaian JadulFest dengan Pengajian
  • » Kumpulan Materi Hari Kedua Jadulfest 2012
  • » Kedaulatan Desa Perlu Dipulihkan Segera
  • » Keterbukaan Publik Adalah Budaya Indonesia
  • » SID untuk Pengurangan Risiko Bencana

  • Komentar Melalui Facebook :

    Nama* Comment
    E-mail*
    Website