Mandalamekar, Tasikmalaya, Jawa Barat, 2 - 5 Juni 2012



Site Map: Home > Catatan > Dari “Pakar” Mandalamekar, untuk Jadul Festival
2 June 2012 15:23 WIB

Alan Koswara (50) tengah menyusun meja berbahan bambu. (Foto: Yudha PS)

Persiapan Festival Jawa Kidul (JadulFest 2012) di Mandalamekar melibatkan seluruh warga di desa tersebut. Walaupun warga desa yang notabenenya tinggal jauh dari kota, tetapi mereka merupakan orang-orang yang memiliki kualifikasi di bidangnya masing-masing. Kualifikasi inilah yang membuat desa ini begitu berwarna dengan karya.

Sebut saja Alan Koswara (50). Di mata warga Desa Mandalamekar, Alan merupakan pekerja seni yang multitalent. Dia tidak hanya mampu memainkan alat musik calung dan degung, tetapi juga membuatnya. Selain itu juga, dia juga mahir membuat kursi berbahan bambu.

Menjelang JadulFest 2012, Alan membantu warga Mandalamekar membuat kursi dari bambu. Ada 1 set kursi yang Alan buat, terdiri dari 2 kursi duduk satu orang, 1 kursi duduk tiga orang, dan meja. Untuk membuatnya, Alan menggunakan Bambu jenis Wulung yang diambil dari kebun warga.

Padahal, bila dirupiahkan, karya Alan ini biasanya dihargai sekitar 600 ribu Rupiah hingga 1,2 juta Rupiah. “Tergantung motif rajutan (rotan)-nya,” papar pria asal Wanaraja, Garut, ini.

Selain menghiasi kursi bambu, Alan juga menyentuh hasil kreasinya pada area VIP di depan panggung. Rajutan-rajutan rotannya membuat area ini menjadi lebih indah dan menarik.

Entis Sutisna (44) menguji lampu otomatisnya tersebut. Lampu ini sedianya akan menghiasi jalanan Mandalamekar. (Foto: Yudha PS)

“Pakar” lainnya dari Mandalamekar adalah Entis Sutisna (44). Sejak 1987, Entis kerap bergabung dalam proyek-proyek kelistrikan. “Biasanya saya dikontrak sama perusahaan Jepang. Baru kemarin saya mencoba dengan perusahaan Korea, tapi ternyata tidak cocok,” tutur Entis, memperkenalkan diri.

Di proyek-proyek tersebut, beberapa kali lulusan SMK Yayasan Pendidikan Swadaya (YPS) Tasikmalaya ini terlibat dari perencanaan hingga pemasangan listrik. “Pernah saya mengerjakan semua (perencanaan hingga pemasangan)-nya sendiri,” lanjutnya.

Menjelang JadulFest 2012, Entis membantu perencanaan dan instalasi kelistrikan. Contohnya saja dengan pemasangan lampu-lampu jalanan tambahan Mandalamekar. Untuk hal ini, Entis menggunakan teknologi PhotoCell. Alat seharga 50 ribu Rupiah tersebut secara otomatis menyalakan lampu bila hari mulai gelap. “Jadi tidak perlu menyalakannya secara manual,” simpulnya.*** (Yudha P Sunandar)

Baca Juga :

  • » Lestarikan Tradisi, Warga Mandalamekar Tutup Rangkaian JadulFest dengan Pengajian
  • » Kembangkan Ekonomi Kolektif, SPP Tingkatkan Kesejahteraan Petani
  • » Kumpulan Materi Hari Kedua Jadulfest 2012
  • » Kedaulatan Desa Perlu Dipulihkan Segera
  • » Keterbukaan Publik Adalah Budaya Indonesia

  • Komentar Melalui Facebook :

    Nama* Comment
    E-mail*
    Website