Mandalamekar, Tasikmalaya, Jawa Barat, 2 - 5 Juni 2012



Site Map: Home > Berita, Catatan > Seruni dan PSDBM Siapkan Klinik BMI di Jadulfest
29 May 2012 08:46 WIB

Kepala desa adalah sebuah jabatan pengabdian, sosok pemimpin desa diharapkan bisa mengabdikan pemikiran dan gagasannya untuk warga dan dinamika sosial di desa. Amanat Undang-Undang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Luar Negeri (UU PPTKILN) nomor 39 tahun 2004 secara tidak langsung menempatkan desa sebagai ujung perwakilan pemerintahan yang memiliki tanggung jawab memberikan perlindungan bagi warganya yang akan bekerja ke luar negeri menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

Desa sebagai unit pemerintahan terkecil yang terhubung langsung dengan kelompok pekerja yang rentan ini harus terlibat secara aktif dalam mengawal proses migrasi warganya yang akan bekerja di luar negeri. Mayoritas Buruh Migran Indonesia (BMI) atau yang lazim disebut sebagai TKI berasal dari kawasan desa. Ketika mereka bermigrasi ke luar negeri sebagai TKI tentu harus melalui proses di lembaga pemerintahan yang ada di desa (memproses izin, dokumen pelengkap, atau konsultasi). Begitu pun dengan Petugas Lapangan (PL) atau yang kerap disebut sebagai sponsor atau calo TKI yang bertugas merekrut pekerja migran dari desa-desa. Calo juga harus mendapatkan ijin perekrutan ke pemerintah desa terlebih dahulu sebelum turun ke warga.

Posisi dan peran pemerintah desa dalam mengawal perlindungan bagi TKI butuh terus diperkuat, apalagi di desa-desa yang menjadi lumbung pengirim TKI. Terkait hal tersebut, Pusat Sumber Daya Buruh Migran (PSDBM) dan Paguyuban Perlindungan Buruh Migran dan Perempuan “Seruni” Banyumas akan menggelar kelas belajar (klinik) untuk perangkat desa yang mengikuti Kegiatan Festival Jawa Kidul (2-5 Juni 2012) di Desa Mandalamekar, Tasikmalaya.

Lili Purwani, Ketua Seruni dan beberapa pegiat lainnya akan berbagi pengalamannya menemani beberapa pemerintah desa di Banyumas dalam hal kebijakan perlindungan dan pemberdayaan buruh migran. Sementara PSDBM akan berbagi strategi pemanfaatan media dan kelola informasi isu buruh migran serta upaya membangun basis data migrasi di tingkat pemerintah desa. Sekali lagi, desa sangatlah strategis untuk mengambil dan memperkuat peran dalam perlindungan buruh migran.

Baca Juga :

  • » Lestarikan Tradisi, Warga Mandalamekar Tutup Rangkaian JadulFest dengan Pengajian
  • » Kembangkan Ekonomi Kolektif, SPP Tingkatkan Kesejahteraan Petani
  • » Kumpulan Materi Hari Kedua Jadulfest 2012
  • » Kedaulatan Desa Perlu Dipulihkan Segera
  • » Keterbukaan Publik Adalah Budaya Indonesia

  • Komentar Melalui Facebook :

    Nama* Comment
    E-mail*
    Website